Kiss The Abyss
Sinopsis
Lesley (Nicole Moore) dan Mark (Scott Wilson) adalah pasangan suami istri yang saling mencintai. Suatu hari, Lesley tidak sengaja terbunuh karena ulah tetangganya yang marah kepada Mark. Tidak rela melepas kepergian Lesley, Mark, bersama dengan Stephen (Scott Mitchell Nelson) dan Harold (James Mathers), ayah dan kakak Lesley, pergi menemui seorang ‘dukun’ yang digosipkan bisa menghidupkan kembali orang yang sudah mati.
Gus (Douglas Bennett) memang sukses menghidupkan kembali Lesley. Namun masalah ternyata muncul. Lesley menjadi haus darah (seperti vampir) dan semakin lama iapun semakin sulit mengendalikan ‘kebutuhannya’ itu. Apa sebenarnya yang terjadi?
Resensiku
Kiss The Abyss sebenarnya sudah rilis sejak tahun 2010 lalu. Namun proses distribusi film indie ini tidak terlalu mulus sehingga baru sekarang DVD-nya (yang bajakan) beredar di Indonesia.
Meski tema yang diusung agak basi (resurrection gone wrong), namun sutradara Ken Winkler berhasil meramu film ini menjadi sesuatu yang berbeda. Bagaimana pergolakan batin Lesley menghadapi kenyataan bahwa dia sebenarnya sudah mati namun dibangkitkan kembali tapi dengan kondisi yang sangat jauh dari menyenangkan dan bagaimana Mark berusaha mati-matian melindungi istrinya, tidak peduli bagaimanapun kondisi istrinya, adalah dua di antaranya. Karakter jelas adalah salah satu kekuatan utama film ini.
Yang juga patut diacungi jempol adalah efeknya. Berbudget rendah bukan berarti efeknya juga harus murahan. Dan ini sudah diganjar dengan penghargaan Best Special Makeup FX di even New York Horror Film Festival.
Yang bagi saya agak mengganggu adalah adegan yang maju mundur antara kejadian di masa lalu dengan masa sekarang. Harus konsentrasi penuh agar tidak kebingungan mengikuti alur ceritanya.
Trailer
Klik gambar poster di kiri atas untuk melihat video trailer / cuplikan film ini.
