Butterfly

Butterfly Images

Sinopsis

Butterfly berkisah tentang tiga orang sahabat, Vano (Andhika Pratama), Tia (Poppy Sovia), dan Desi (Debby Kristi). Karena dari awal sudah cukup dekat dengan Tia, lama-kelamaan timbul sikap protektif dari diri Desi terhadap Tia. Tia sendiri jatuh cinta pada Vano, namun Vano justru menunjukkan ketertarikan pada Desi. Dengan alasan untuk menjaga persahabatan mereka, Desi meminta Tia untuk berjanji agar mereka bertiga tetap menjadi sahabat tanpa adanya unsur-unsur cinta.

Cerita mulai berkembang pada saat Desi menginginkan mereka mengadakan perjalanan keliling Jawa sebagai perayaan ulang tahunnya yang ke-20. Dan di dalam perjalanan tersebut, sedikit demi sedikit mulai terbuka kenyataan yang selama ini tersembunyi.


Resensiku

Saya mungkin jarang menonton film Indonesia bertema seperti ini, tapi dari semua yang pernah saya tonton, “Butterfly” adalah salah satu yang terbaik dari sisi cerita. Meskipun menggunakan alur cerita flashback, kisah dalam “Butterfly” tetap dapat diikuti dengan runut. Tidak seperti kebanyakan film lokal yang penuturan ceritanya sepertinya kelinci berjalan alias melompat-lompat.

Kekurangan dari film ini hanya satu. Rahasia Desi seharusnya sudah dapat dimengerti atau dirasakan oleh Tia sejak dulu, secara mereka bersahabat dekat. Namun kenyataannya tidak. Dan ini lah yang membuat alur cerita tampak sedikit janggal. Padahal untuk sebuah film lokal, “Butterfly” menawarkan ending yang cukup ‘berani’. Sayangnya, gara-gara kejanggalan tersebut, surprise yang seharusnya diberikan oleh ending tersebut menjadi sedikit berkurang efek kejutnya.

Satu hal lagi. Akting para pemain, kecuali Andhika Pratama, cukup baik dan total. Untuk Andhika sendiri entah kenapa terasa sedikit kurang alami.

Akhir kata, mumpung masih tayang, tonton deh film ini. Recommended :)

20 Comments »

  1. kangbarok Said,

    December 14, 2007 @ 10:58 pm

    kaya’nya kudu cepat2 ni
    dari tempatku dmn yua nyarinyua?

  2. ekowanz Said,

    December 14, 2007 @ 11:31 pm

    waduuuh saya males nonton pilem cinta indonesia kaya gini…but i like the soundtrack anyway…

  3. dewie Said,

    December 15, 2007 @ 10:33 am

    film nie khas Indonesia bgt!!
    kayaknya dah biasa banget,ceritanya cuman gitu2 aza…..

  4. Bayu mukti | Resensi Film dan Resensi Buku Said,

    December 16, 2007 @ 10:44 am

    [...] cukup kecewa dengan kejanggalan yang terjadi dalam film tersebut. Coba saja anda lihat disini. Masih ada banyak film-film menarik dan resensi dari si empu-nya yang diberikan kepada anda semua. [...]

  5. Resensiku.com resensinya film dan buku « Fahry hadikusumo’s Weblog Said,

    December 16, 2007 @ 9:42 pm

    [...] Mau tahu resensi film di bioskop atau resensi buku terbaru? nah ini dia situs yang bisa memuaskan anda. Resensi film difokuskan kepada alur cerita dan ide ceritanya. Jadi sebelum nonton di bioskop atau membeli buku baru lebih baik lihat dulu resensinya di resensiku.com. Simak salah satu resensi filmnya yaitu Butterfly di sini. [...]

  6. Imhar Said,

    December 17, 2007 @ 3:20 am

    Bukannya alergi, tapi males banget rasanya nonton film Indonesia. Yang paling menonjol skenarionya sama sekali gak ada power, gimana pemain dapat total berekspresi kalo skenarionya gak punya jiwa.

    Ada satu kalimat yang mengena buat dunia perfilman Indonesia:
    “Film Barat mengangkat tema yang sederhana dengan penggarapan yang serius. Film Indonesia mengangkat tema yang serius dengan penggarapan yang sederhana.

    BTW, bagaimanapun salut buat insan perfilman Indonesia, yang punya nyali dan tekad cukup kuat agar film Indonesia tetap eksis di Indonesia.

  7. pandi merdeka Said,

    December 18, 2007 @ 9:06 am

    wah mau mampir nih om hihihi bisa diping ya yang ini yihaaaaaaa main ping pong ama om cosa ahh

  8.   Resensiku.com - Tempat Nongkrong Kutu Buku Dan Maniak Film  by syaifudinzuhri [dot] com Said,

    December 18, 2007 @ 2:38 pm

    [...] beberapa koleksi judul film dan buku, kebanyakan di ataranya banyak membicarakan tema seputar anak muda, film komedi percintaan yang kadang nyrempet kearah adegan sex, film horor, anime, serial tv yang [...]

  9. Resensu Buku dan Resensi Film « BLOG is Not Enough or pututik Said,

    December 18, 2007 @ 4:07 pm

    [...] dalam membahas film indonesia yang katanya jarang dilihatnya, salah satu film indonesia itu adalah butterfly. Coba saja kalian lihat bagaimana si empunya situs ini membahas dengan bahasa sederhana dan lumayan [...]

  10. Resensi film dan buku » TCP/IP == tEMPAT cARI(/iLMU) pENGETAHUAN Said,

    December 18, 2007 @ 7:36 pm

    [...] judul artikel adalah judul film tersebut, contohnya film butterfly dengan judul postingan “Butterfly“. Keterangan lain pun diperlukan yaitu keterangan mengenai tipe film (jenis film), untuk usia [...]

  11. awantoriadi Said,

    December 19, 2007 @ 12:37 am

    fim Indonesia??? ma tau wak, den mabuak… :D

  12. fuadpahing Said,

    December 19, 2007 @ 4:05 pm

    males ah nonton di bioskop nggak da gandengan seh, mending nunggu muncul di RCTI :)

  13. pandi merdeka Said,

    December 21, 2007 @ 12:02 am

    wahh om ditambahin dong resensi bukunya xixiixixi ~kabur

  14. Santa Claus, Sinterklas, dan semangat natal. | Pandi Nurdiansyah Said,

    December 24, 2007 @ 7:30 pm

    [...] natal adalah semangat untuk berbagi dan bersuka cita. bersama. heheh tapi yang diatas bukan resensi film yaa cuma semangat yang gw dapet [...]

  15. miocarbon Said,

    December 29, 2007 @ 7:01 pm

    Film ini buat saya sangat ngebosenin, temenya menarik, tapi para pemainnya terutama andika sangat mengecewakan. Mungkin dia mencoba menjadi “The Next Nicholas Saputra”. Itu terlihat dari gaya bicara dan pembawaan karakter yang mirip nico di film AADC.

    Alur cerita yang maju-mundur juga rada membingungkan pemirsanya. Trus endingnya juga yang hampir bisa ditebak dikarenakan alur ceritanya membawa penonton bisa menebak ending pastinya.

    Cuma satu poin plusnya, Soundtracknya aja yang mungkin rada-rada enak karena digarap oleh melly.

    Menurut saya film ini gak worthed buat di tonton, mending cari film lainnya untuk tema drama percintaan.

  16. orang mars Said,

    December 31, 2007 @ 9:02 am

    Sringkali saya dkcewain sm film Indonesia &Sy stju bhw film INA mngambil tema serius tp dgn pgarapan yg sdrhana (bda dgn film2 luar)
    Film INA (apapun itu) hnya smp taraf “ckup layak utk ditonton” blm smp k traf “luar biasa n istmwa buat dtonton”
    Maju INA!

  17. Wiellyam Said,

    January 2, 2008 @ 4:27 pm

    Kalo bisa ditambahin halaman request dong, misalnya aku pengen beli buku atau nonton film tapi masih ragu2. Kan bisa diresensi dulu di sini.
    Resensi komiknya diperbanyak ya om.

  18. BlogTemplate20 Said,

    January 6, 2008 @ 6:31 am

    Sayang nih film judulnya Butterfly, kenapa sih gak pakai bahasa Indonesia aja ‘Kupu-kupu’ kan lebih bagus. Koq kesannya malah pingin jadi Butterfle effect ya..?

  19. agustio Said,

    September 2, 2009 @ 1:26 pm

    gila….ni film anak remaja bngt…..
    ttng pertemanan sehidup semati….

  20. jiji jie jijie Said,

    October 11, 2009 @ 9:10 am

    i love diz film……

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Leave a Comment