<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Resensi Film dan Buku</title>
	<atom:link href="http://resensiku.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://resensiku.com</link>
	<description>Dari Sudut Pandang Orang Awam :)</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 05:20:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>To Bee Or Not To Bee</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html</link>
		<comments>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 03:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Sinopsis To Bee or Not To Bee, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari &#8212; mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang &#8212; mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://resensiku.com/wp-content/uploads/2009/10/to_bee_or_not_to_bee.jpg" alt="To Bee Or Not To Bee" title="To Bee Or Not To Bee" width="300" height="320" class="alignnone size-full wp-image-17" /></p>
<h3>Sinopsis</h3>
<p><strong>To Bee or Not To Bee</strong>, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari &#8212; mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang &#8212; mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian berkenalan dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak. Meskipun tidak secara gamblang, Bert banyak Buzz dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan spiritual yang ada di pikiran Buzz. Hingga pada akhirnya, Buzz mampu memahami dengan jernih apa arti kehidupan dan keberadaan Tuhan yang selama ini ia cari.</p>
<p><span id="more-16"></span><br />
<h3>Resensiku</h3>
<p>Memang pantas bahwa buku ini telah diterjemahkan dalam 13 bahasa. Isinya benar-benar dalam dan menyentuh. Penberthy dengan jeniusnya mampu &#8216;menterjemahkan&#8217; kehidupan dan keinginan seorang individu manusia ke dalam kehidupan seekor lebah dan koloninya, membuat kita merasa mereka tidak ada bedanya dengan kita. Apalagi ditambah dengan ilustrasi menawan dari Laurie Barrows yang mampu menambah pendalaman tentang isi buku.</p>
<p>Banyak kalimat-kalimat filosofis yang saya rasa dapat membuat siapa saja yang membacanya meluangkan waktu sejenak untuk merenung dan memahami artinya.</p>
<blockquote><p>Adalah sempurna untuk berpikir bahwa kehidupan itu tidak sempurna.</p></blockquote>
<blockquote><p>Pikiran adalah pelayan yang hebat, tapi merupakan majikan yang payah.</p></blockquote>
<blockquote><p>Kebahagiaan tidak dapat dikejar, melainkan harus mengikuti.</p></blockquote>
<blockquote><p>Kehidupan adalah sebuah perjalanan dari aku menjadi kita.</p></blockquote>
<p>Pada awalnya, saya mengira buku ini adalah tentang orang &#8216;kaya&#8217; yang sudah bosan menumpuk kekayaan dan berharap mencari kedamaian spiritual. Ternyata saya salah. Buku ini justru mengenai orang &#8216;biasa&#8217; yang jenuh bekerja siang malam untuk mencari nafkah dan menjalani hidupnya, yang kemudian mencoba mencari jawaban dengan melakukan pemikiran dan perjalanan spiritual. <strong>Dan pada akhirnya, perlu disadari bahwa keadaan kita saat ini dan apa yang kita lakukan saat ini, seberapa pun membosankannya, adalah sebuah karunia besar dari Tuhan yang patut kita syukuri.</strong></p>
<p>Info resmi mengenai buku To Bee or Not To Bee dapat dibaca di http://www.tobeebook.com/.</p>
<p>Topik yang berhubungan dengan resensi ini: to bee or not to bee.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Best Skilled Surgeon</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/the-best-skilled-surgeon.html</link>
		<comments>http://resensiku.com/komik/the-best-skilled-surgeon.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 10:46:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik / Manga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Sinopsis Jika Anda suka dengan manga God Hand Teru, manga The Best Skilled Surgeon mungkin bisa jadi alternatif. Dibuat oleh Takashi Hashiguchi, man behind the famous manga Yakitate! Japan, manga yang berjudul asli Saijo no Meii ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Mikoto Saijou yang bercita-cita untuk menjadi dokter bedah anak terhebat di Jepang. Keinginan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Sinopsis</h3>
<p>Jika Anda suka dengan manga God Hand Teru, manga <strong>The Best Skilled Surgeon</strong> mungkin bisa jadi alternatif. Dibuat oleh Takashi Hashiguchi, man behind the famous manga Yakitate! Japan, manga yang berjudul asli Saijo no Meii ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Mikoto Saijou yang bercita-cita untuk menjadi dokter bedah anak terhebat di Jepang. Keinginan kuatnya ini didasari atas pengalamannya saat kecil, dimana ia harus mengalami operasi bedah jantung yang cukup sulit. Operasi tersebut bisa berjalan dengan sukses berkat kerja keras Mamoru Shindo, dokter bedah kardio-vaskular anak. Shindo pun menjadi salah satu panutan dan idola bagi Mikoto dalam mewujudkan cita-citanya.</p>
<p><span id="more-12"></span><br />
<h3>Resensiku</h3>
<p>Ada beberapa perbedaan antara The Best Skilled Surgeon dan God Hand Teru. Dari sisi tokoh utama, Mikoto adalah orang yang jahil dan agak bandel, berbeda dengan Teru yang ceroboh. Sedang dari sisi topik cerita, karena tokoh utamanya adalah seorang dokter bedah anak, sudah pasti penyakit-penyakit yang diangkat berfokus pada penyakit-penyakit yang diderita oleh anak-anak saja. Berbeda dengan God Hand Teru yang penyakitnya lebih umum.</p>
<p>Saya memang belum bisa bercerita banyak berhubung Elex Media Komputindo baru menerbitkan jilid pertamanya saja, namun, impresi pertama saya terhadap komik ini cukup baik. Semoga saja nanti perkembangan alur ceritanya menjadi makin menarik dan tidak terkesan dibelit-belitkan.</p>
<p>Topik yang berhubungan dengan resensi ini: the best skilled surgeon, best skilled surgeon, komik the best skilled surgeon, jepang home dokter, sunopsis manga jepang.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resensiku.com/komik/the-best-skilled-surgeon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buddha</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html</link>
		<comments>http://resensiku.com/komik/buddha.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Dec 2007 20:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komik / Manga]]></category>
		<category><![CDATA[buddha]]></category>
		<category><![CDATA[osamu tezuka]]></category>
		<category><![CDATA[sidharta gautama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html</guid>
		<description><![CDATA[Sinopsis &#8220;Buddha&#8221; adalah salah satu karya besar Osamu Tezuka, si dewa manga yang melahirkan Astro Boy dan Blackjack (kebangetan kalo sampai gak pernah denger dua manga itu). Naskah aslinya ditulis pada tahun 1974 hingga 1984, namun versi terjemahannya baru beredar beberapa tahun belakangan ini. Terdiri dari 8 jilid, Buddha bercerita tentang perjalanan hidup Siddharta Gautama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Sinopsis</h3>
<p>&#8220;Buddha&#8221; adalah salah satu karya besar Osamu Tezuka, si dewa manga yang melahirkan Astro Boy dan Blackjack (kebangetan kalo sampai gak pernah denger dua manga itu). Naskah aslinya ditulis pada tahun 1974 hingga 1984, namun versi terjemahannya baru beredar beberapa tahun belakangan ini.</p>
<p><span id="more-7"></span>Terdiri dari 8 jilid, Buddha bercerita tentang perjalanan hidup Siddharta Gautama atau sang Buddha, sejak ia dilahirkan hingga akhir hayatnya. Banyak pula kisah-kisah mengenai orang-orang di sekitar beliau (plus beberapa karakter fiksi tambahan) serta cerita-cerita tentang kemanusiaan yang menyentuh. Tentu saja tanpa melupakan berbagai ciri khas manga itu sendiri.</p>
<p>Selain di negara asalnya, Jepang, dan India, manga ini juga populer di Indonesia dan bahkan negara-negara barat. Tidak kurang media sekelas BBC dan Time menunjukkan apresiasinya. Ini cukup untuk membuktikan seberapa hebat kualitas dari manga Buddha.</p>
<h3>Resensiku</h3>
<p>Membaca buku biografi adalah salah satu kegiatan yang paling saya benci. Tapi manga ini merubah segalanya. Meskipun tidak 100% sesuai jalur, namun tahap demi tahap perjalanan hidup sang Buddha jelas tergambar. Termasuk berbagai filosofinya tentang kehidupan, kemanusiaan, dan kematian. Sedikit banyak saya jadi mengetahui garis besar ajaran agama Budha.</p>
<p>Yang unik dari manga Buddha adalah, Osamu Tezuka tidak takut untuk menggambarkan sisi lain dari Siddharta Gautama. Ditunjang dengan kehadiran beberapa tokoh fiksi, selipan humor-humor segar khas manga dapat membalut ajaran-ajaran Buddha dengan indahnya, tanpa sedikit pun mengurangi maknanya.</p>
<p>Dengan latar belakang cerita yang jadul, pengarang seringkali menyelipkan lelucon-lelucon &#8216;modern&#8217;. Seperti pada saat penduduk akan melakukan pemberontakan, tiba-tiba salah satu dari mereka mengeluarkan radio dan berkata, &#8220;Sebentar, ada pengumuman penting nih&#8221;. Penduduk yang lain menjawab, &#8220;Loh kamu ngeluarin apaan? Ini kan belum jamannya?&#8221; <img src='http://resensiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Walaupun digambarkan se&#8217;ceria&#8217; mungkin, banyak pula kisah-kisah menyentuh yang terselip dalam manga ini. Pada cerita pembuka pun kita sudah disuguhi kisah tentang kelinci yang rela berkorban demi seorang pertapa yang kelaparan dan hampir mati. Saya yang sudah pernah membaca cerita ini waktu kecil di majalah Bobo pun masih sempat merasa terhenyak saat membacanya.</p>
<p>Selain berfokus pada kehidupan Siddharta Gautama, manga Buddha juga menceritakan tentang kerasnya sistem kasta di India pada saat itu, serta sifat-sifat manusia yang dapat berubah, baik ke arah kebaikan maupun kejahatan.</p>
<p>Baca deh, gak bakal nyesel kok <img src='http://resensiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Topik yang berhubungan dengan resensi ini: resensi buku, sinopsis film samsara, buddha, budha, review the life of the buddha bbc.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://resensiku.com/komik/buddha.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.400 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-05-18 13:22:37 -->

