<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: To Bee Or Not To Bee</title>
	<atom:link href="http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html</link>
	<description>Dari Sudut Pandang Orang Awam :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Dec 2011 17:17:32 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: Resensi Film dan Buku about To Bee or Not To Bee &#171; Kamukucrud&#039;s Blog</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/comment-page-1#comment-474</link>
		<dc:creator>Resensi Film dan Buku about To Bee or Not To Bee &#171; Kamukucrud&#039;s Blog</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 08:12:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16#comment-474</guid>
		<description>[...] To Bee or Not To Bee, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari — mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang — mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian berkenalan dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak. Meskipun tidak secara gamblang, Bert banyak Buzz dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan spiritual yang ada di pikiran Buzz. Hingga pada akhirnya, Buzz mampu memahami dengan jernih apa arti kehidupan dan keberadaan Tuhan yang selama ini ia cari. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] To Bee or Not To Bee, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari — mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang — mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian berkenalan dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak. Meskipun tidak secara gamblang, Bert banyak Buzz dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan spiritual yang ada di pikiran Buzz. Hingga pada akhirnya, Buzz mampu memahami dengan jernih apa arti kehidupan dan keberadaan Tuhan yang selama ini ia cari. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog ParcelBuku.Com &#187; Blog Archive &#187; To Bee Or Not To Bee</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/comment-page-1#comment-448</link>
		<dc:creator>Blog ParcelBuku.Com &#187; Blog Archive &#187; To Bee Or Not To Bee</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Feb 2011 01:41:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16#comment-448</guid>
		<description>[...] To Bee or Not To Bee, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari — mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang — mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian berkenalan dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak. Meskipun tidak secara gamblang, Bert banyak Buzz dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan spiritual yang ada di pikiran Buzz. Hingga pada akhirnya, Buzz mampu memahami dengan jernih apa arti kehidupan dan keberadaan Tuhan yang selama ini ia cari. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] To Bee or Not To Bee, karangan John Penberthy, menceritakan tentang perjalanan spiritial seekor lebah bernama Buzz dalam pencariannya akan Tuhan. Buzz yang jenuh dengan rutinitas kegiatan sehari-hari — mengumpulkan madu, memperbaiki dan melindungi sarang — mulai mempertanyakan arti kehidupan yang ia jalani dan eksistensi serta pengaruh Tuhan terhadap dirinya. Dalam pencariannya, ia kemudian berkenalan dengan Bert, seekor lebah tua yang bijak. Meskipun tidak secara gamblang, Bert banyak Buzz dalam menemukan jawaban atas segala pertanyaan spiritual yang ada di pikiran Buzz. Hingga pada akhirnya, Buzz mampu memahami dengan jernih apa arti kehidupan dan keberadaan Tuhan yang selama ini ia cari. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ricky maniest</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/comment-page-1#comment-343</link>
		<dc:creator>ricky maniest</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 14:19:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16#comment-343</guid>
		<description>:putnam: :bankhed:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://resensiku.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/6.gif" style="border:none;background:none;" alt=":p" />utnam: :bankhed:</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ricky maniest</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/comment-page-1#comment-342</link>
		<dc:creator>ricky maniest</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 14:13:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16#comment-342</guid>
		<description>Hmmm. siapa yang paling cantik yang melebihi aQ tunggu aQ di persimpangan terdekat Q nanti loe wkwkwkwkwkwkkw :) :) :P :P :P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hmmm. siapa yang paling cantik yang melebihi aQ tunggu aQ di persimpangan terdekat Q nanti loe wkwkwkwkwkwkkw <img src="http://resensiku.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /> <img src="http://resensiku.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /> <img src='http://resensiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  <img src='http://resensiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  <img src='http://resensiku.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Eva</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/comment-page-1#comment-196</link>
		<dc:creator>Eva</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 May 2010 19:39:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16#comment-196</guid>
		<description>hmm.. kayaknya bukunya biasa aja sih, malah gak ngerti ujung2nya..
memang isinya kelihatan sederhana, tapi di akhir saya tidak mengerti maksud penulis sebenarnya, seperti kehilangan esensi yang ingin diceritakan.
tapi yang saya suka dari buku terjemahannya itu penampakannya, jenis kertas yang digunakan baik dan cover depannya juga menarik..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmm.. kayaknya bukunya biasa aja sih, malah gak ngerti ujung2nya..<br />
memang isinya kelihatan sederhana, tapi di akhir saya tidak mengerti maksud penulis sebenarnya, seperti kehilangan esensi yang ingin diceritakan.<br />
tapi yang saya suka dari buku terjemahannya itu penampakannya, jenis kertas yang digunakan baik dan cover depannya juga menarik..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lelakon Bisnis Internet &#8211; Bagian 2 &#124; CosaAranda.Com</title>
		<link>http://resensiku.com/buku/to-bee-or-not-to-bee.html/comment-page-1#comment-128</link>
		<dc:creator>Lelakon Bisnis Internet &#8211; Bagian 2 &#124; CosaAranda.Com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 01:55:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/?p=16#comment-128</guid>
		<description>[...] apa jadinya jika tidak ada yang berperan sebagai Publisher. Seperti kata John Penberthy dalam To Bee or Not To Bee, diri kita dan segala sesuatu yang ada di sekitar kita merupakan satu kesatuan anugerah Sang [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] apa jadinya jika tidak ada yang berperan sebagai Publisher. Seperti kata John Penberthy dalam To Bee or Not To Bee, diri kita dan segala sesuatu yang ada di sekitar kita merupakan satu kesatuan anugerah Sang [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.627 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2011-12-28 15:30:10 -->

