<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Buddha</title>
	<atom:link href="http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html</link>
	<description>Dari Sudut Pandang Orang Awam :)</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 03:26:59 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: mompray</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-1180</link>
		<dc:creator>mompray</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 17:10:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-1180</guid>
		<description>wah.. jadi penasaran, makasih buat referensinya.. pengen ngikutin ceritanya, heehehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah.. jadi penasaran, makasih buat referensinya.. pengen ngikutin ceritanya, heehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mencari kebenaran</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-266</link>
		<dc:creator>Mencari kebenaran</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 21:37:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-266</guid>
		<description>Bingung dengan ajaran budha..coba baca alquran.distu menjelaskan semua tentang kehidupan masa lampau masa akhir zaman..sdh tdk diragukan lagi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung dengan ajaran budha..coba baca alquran.distu menjelaskan semua tentang kehidupan masa lampau masa akhir zaman..sdh tdk diragukan lagi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: sunardi</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-187</link>
		<dc:creator>sunardi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 12:47:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-187</guid>
		<description>Cara menghormati jasa sang Budha itu bukan begitu caranya disembah, dipuja, dikultuskan secara sakral, tapi dengan mengikuti ajaranya dan mencontoh prilakunya, contoh dalam Islam kalau mau menghormati Nabi Muhamad ya harus mengikuti ajarannya dan menteladani perilakunya yang tidak pernah cacat dalam sejarah dan duniapun mengakui kebenarannya secara ilmiah dan universal, kalau caranya orang budha begitu namanya musrik dosa besar itu karena menandingi kekuasaan Tuhan Maha Pencipta itu dosa tidak ada ampunanya selain segera bertobat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cara menghormati jasa sang Budha itu bukan begitu caranya disembah, dipuja, dikultuskan secara sakral, tapi dengan mengikuti ajaranya dan mencontoh prilakunya, contoh dalam Islam kalau mau menghormati Nabi Muhamad ya harus mengikuti ajarannya dan menteladani perilakunya yang tidak pernah cacat dalam sejarah dan duniapun mengakui kebenarannya secara ilmiah dan universal, kalau caranya orang budha begitu namanya musrik dosa besar itu karena menandingi kekuasaan Tuhan Maha Pencipta itu dosa tidak ada ampunanya selain segera bertobat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: vanessa</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-109</link>
		<dc:creator>vanessa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 09:24:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-109</guid>
		<description>belom prnh baca sih , tapi bgus gg si in cerita y ? penasaran dhe =D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>belom prnh baca sih , tapi bgus gg si in cerita y ? penasaran dhe =D</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bodrox</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-63</link>
		<dc:creator>bodrox</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 11:58:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-63</guid>
		<description>oo... Osamu Tezuka itu yang buat Astro Boy toh? baru tahu... pantesan komiknya ada di jajaran buku bestseller... Ooo... Gue pikir karena dia cuma buat buku tentang budha aja jadi bukunya terkenal... oo..pantes,,,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>oo&#8230; Osamu Tezuka itu yang buat Astro Boy toh? baru tahu&#8230; pantesan komiknya ada di jajaran buku bestseller&#8230; Ooo&#8230; Gue pikir karena dia cuma buat buku tentang budha aja jadi bukunya terkenal&#8230; oo..pantes,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fuadpahing</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-56</link>
		<dc:creator>fuadpahing</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 09:14:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-56</guid>
		<description>waduh aku baru tau ada manga Buddha, BLACKJAK bagus tuh, keren apalagi yang 20th century boy, cool! :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh aku baru tau ada manga Buddha, BLACKJAK bagus tuh, keren apalagi yang 20th century boy, cool! <img src="http://resensiku.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/15.gif" style="border:none;background:none;" alt=":)" /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Resensi film dan buku &#187; TCP/IP == tEMPAT cARI(/iLMU) pENGETAHUAN</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-53</link>
		<dc:creator>Resensi film dan buku &#187; TCP/IP == tEMPAT cARI(/iLMU) pENGETAHUAN</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 04:22:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-53</guid>
		<description>[...] tebal buku (contohnya dapat dilihat dari situs ini). Namun jika saya lihat dari resensi dari manga Buddha sudah terdapat penulis dan tebal buku yaitu terdapat kata-kata &#8220;&#8230;8 [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] tebal buku (contohnya dapat dilihat dari situs ini). Namun jika saya lihat dari resensi dari manga Buddha sudah terdapat penulis dan tebal buku yaitu terdapat kata-kata &#8220;&#8230;8 [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pandi merdeka</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-47</link>
		<dc:creator>pandi merdeka</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Dec 2007 02:27:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-47</guid>
		<description>jieeeeeee om cosa ada kesempatan jadi budha nihh \:d/ semangat omm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jieeeeeee om cosa ada kesempatan jadi budha nihh \:d/ semangat omm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bayu mukti &#124; Resensi Film dan Resensi Buku</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-41</link>
		<dc:creator>Bayu mukti &#124; Resensi Film dan Resensi Buku</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 03:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-41</guid>
		<description>[...] Resensi buku yang dihadirkan dalam situs resensiku.com sepertinya masih 1 buku yaitu Buku yang berjudul Buddha. Yang lucu disini adalah kata-kata dari si empunya website tersebut &#8220;â€œBuddhaâ€ adalah [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Resensi buku yang dihadirkan dalam situs resensiku.com sepertinya masih 1 buku yaitu Buku yang berjudul Buddha. Yang lucu disini adalah kata-kata dari si empunya website tersebut &#8220;â€œBuddhaâ€ adalah [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Suray</title>
		<link>http://resensiku.com/komik/buddha.html/comment-page-1#comment-32</link>
		<dc:creator>Suray</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 10:10:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://resensiku.com/buku/komik/buddha.html#comment-32</guid>
		<description>Sesungguhnya, semua makhluk menderita, adalah benar adanya. Termasuk juga (ini keyakinan umat Buddha) hewan-hewan yang harus rela dipotong di tempat pejagalan. Ada enam kategori makhluk yang tergolong dalam alam samsara, yakni: &lt;b&gt;alam surga&lt;/b&gt; (tempat tinggal para dewa-dewi, mereka mempunyai kekuatan yang melebihi manusia, makhluk inilah yang biasa disembah oleh umat yang agamanya tergolong polytheistic, siapapun yang mempraktekkan jalan arya beruas delapan dan lima sila dapat terlahir di alam ini), &lt;b&gt;alam asura&lt;/b&gt; (tempat jin atau raksasa, merupakan musuh para dewa-dewi, mereka jatuh ke alam ini karena keangkuhannya), &lt;b&gt;alam manusia&lt;/b&gt; (tempat tinggal kita), &lt;b&gt;alam hantu kelaparan&lt;/b&gt; (alam ini adalah tempat kelahiran berikut bagi makhluk/khususnya manusia yang semasa hidup kikir dalam berderma dan tak mempraktekkan kebajikan. Ini adalah alamnya suster ngesot, hantu-hantu yang suka tinggal di kamar mandi, dll.), &lt;b&gt;alam hewan&lt;/b&gt; (karena semasa hidup berperilaku selayaknya hewan, tidak manusiawi) dan &lt;b&gt;alam neraka&lt;/b&gt; (sangat banyak mempraktekkan kejahatan semasa hidup).

Biasanya, makhluk yang disebut Buddha, harus melalui tahap kehidupan sebagai manusia, sebab terlahir di alam inilah, seseorang mampu mempraktekkan latihan yang mengarah ke arah Dharma sejati secara lebih baik. Tentu semua makhluk berkesempatan menjadi Buddha, termasuk bang Cosa :D Semua itu tergantung dari sebab jodoh yang telah ada sebelumnya, yang disebut akar kebajikan. Bang Cosa berkesempatan mengenal manga Buddha juga merupakan sebab jodoh yang baik, hal ini mengkondisikan anda bisa mengenal ajaran sang Buddha. Sebab sesungguhnya dapat terlahir dengan tubuh manusia adalah sulit, terlahir sebagai manusia dapat mengenal ajaran Dharma adalah jauh lebih sulit lagi. Suatu kesempatan yang diperoleh seseorang untuk mengenal Dharma, sore hari mati pun, takkan pernah sia-sia.

Mereka yang dalam kapasitas tertentu telah mengikis batinnya dari kilesa (hambatan untuk memperoleh atau mempraktekkan Dharma) maka akan merasa hidup yang serba menderita sebagai suatu hal yang tiada artinya. Tak ada lagi penderitaan yang terasa. Bumi kita ini pun dapat menjadi Nirvana (pembebasan akhir).

Tak dapat dipungkiri, salah satu alasan sang Buddha membabarkan ajarannya adalah untuk menghapus sistem kasta yang sangat merendahkan harkat dan derajat manusia. Ia juga hadir untuk mencerahkan pandangan salah yang selama ini (pada saat itu, masa sang Buddha Gotama) diyakini benar oleh khalayak ramai. Hingga tak heran beliau mengajarkan pada umatnya, untuk tidak mempercayai berdasarkan apa yang kita lihat, ajaran guru, kitab suci, atau bahkan ajaran dari-Nya sendiri. Sebelum seseorang menimbang, menyelaminya dan merasakan bahwa ajaran itu benar, barulah boleh dipercayai. Ini disebut prinsip Ehipassiko.

Saya salut sama minat mas Cosa, meski bukan beragama Buddha, mau dan rela membaca manga yang sesungguhnya menitik beratkan ajaran dan kehidupan dari sang Buddha itu sendiri.

Saya blom sempet beli bukunya, tapi kalo ke Gramedia, saya akan membacanya di sana. Maklum, penghasilan adsense saya super-cilik :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya, semua makhluk menderita, adalah benar adanya. Termasuk juga (ini keyakinan umat Buddha) hewan-hewan yang harus rela dipotong di tempat pejagalan. Ada enam kategori makhluk yang tergolong dalam alam samsara, yakni: <b>alam surga</b> (tempat tinggal para dewa-dewi, mereka mempunyai kekuatan yang melebihi manusia, makhluk inilah yang biasa disembah oleh umat yang agamanya tergolong polytheistic, siapapun yang mempraktekkan jalan arya beruas delapan dan lima sila dapat terlahir di alam ini), <b>alam asura</b> (tempat jin atau raksasa, merupakan musuh para dewa-dewi, mereka jatuh ke alam ini karena keangkuhannya), <b>alam manusia</b> (tempat tinggal kita), <b>alam hantu kelaparan</b> (alam ini adalah tempat kelahiran berikut bagi makhluk/khususnya manusia yang semasa hidup kikir dalam berderma dan tak mempraktekkan kebajikan. Ini adalah alamnya suster ngesot, hantu-hantu yang suka tinggal di kamar mandi, dll.), <b>alam hewan</b> (karena semasa hidup berperilaku selayaknya hewan, tidak manusiawi) dan <b>alam neraka</b> (sangat banyak mempraktekkan kejahatan semasa hidup).</p>
<p>Biasanya, makhluk yang disebut Buddha, harus melalui tahap kehidupan sebagai manusia, sebab terlahir di alam inilah, seseorang mampu mempraktekkan latihan yang mengarah ke arah Dharma sejati secara lebih baik. Tentu semua makhluk berkesempatan menjadi Buddha, termasuk bang Cosa <img src="http://resensiku.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/14.gif" style="border:none;background:none;" alt=":D" /> Semua itu tergantung dari sebab jodoh yang telah ada sebelumnya, yang disebut akar kebajikan. Bang Cosa berkesempatan mengenal manga Buddha juga merupakan sebab jodoh yang baik, hal ini mengkondisikan anda bisa mengenal ajaran sang Buddha. Sebab sesungguhnya dapat terlahir dengan tubuh manusia adalah sulit, terlahir sebagai manusia dapat mengenal ajaran Dharma adalah jauh lebih sulit lagi. Suatu kesempatan yang diperoleh seseorang untuk mengenal Dharma, sore hari mati pun, takkan pernah sia-sia.</p>
<p>Mereka yang dalam kapasitas tertentu telah mengikis batinnya dari kilesa (hambatan untuk memperoleh atau mempraktekkan Dharma) maka akan merasa hidup yang serba menderita sebagai suatu hal yang tiada artinya. Tak ada lagi penderitaan yang terasa. Bumi kita ini pun dapat menjadi Nirvana (pembebasan akhir).</p>
<p>Tak dapat dipungkiri, salah satu alasan sang Buddha membabarkan ajarannya adalah untuk menghapus sistem kasta yang sangat merendahkan harkat dan derajat manusia. Ia juga hadir untuk mencerahkan pandangan salah yang selama ini (pada saat itu, masa sang Buddha Gotama) diyakini benar oleh khalayak ramai. Hingga tak heran beliau mengajarkan pada umatnya, untuk tidak mempercayai berdasarkan apa yang kita lihat, ajaran guru, kitab suci, atau bahkan ajaran dari-Nya sendiri. Sebelum seseorang menimbang, menyelaminya dan merasakan bahwa ajaran itu benar, barulah boleh dipercayai. Ini disebut prinsip Ehipassiko.</p>
<p>Saya salut sama minat mas Cosa, meski bukan beragama Buddha, mau dan rela membaca manga yang sesungguhnya menitik beratkan ajaran dan kehidupan dari sang Buddha itu sendiri.</p>
<p>Saya blom sempet beli bukunya, tapi kalo ke Gramedia, saya akan membacanya di sana. Maklum, penghasilan adsense saya super-cilik <img src="http://resensiku.com/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/14.gif" style="border:none;background:none;" alt=":D" /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

